Salah satu langkah cepat yang disiapkan yakni pemasangan pintu klep atau pintu air otomatis untuk menahan luapan air sungai agar tidak masuk ke permukiman warga.

"Tadi kita sudah berkonsultasi dan berkoordinasi untuk mencari solusi dari permasalahan banjir ini dengan Balai BWS dan saat ini pintu klepnya sudah dalam pemesanan. Alat itu yang bisa menahan luapan air agar tidak masuk ke permukiman warga,” ujar Siska.

Menurutnya, solusi teknis itu menjadi penanganan awal untuk meminimalisasi banjir di sekitar aliran Sungai Wanggu. (C)

Penulis: Gede Suyana Sriski

Editor: Mustaqim