"Kita bersyukur karena status Kota Kendari sudah turun dari level 3 ke level 2. Semua berkat usaha kita semua selama ini dengan disiplin pakai masker, tidak berkerumun, dan rajin cuci tangan," ucap Sulkarnain.
Dia mengatakan, puncak gelombang pertama COVID-19 pada Oktober 2020. Setelah 5 bulan, tepatnya di bulan April 2020, jumlah kasus turun dan tersisa 4 orang.
Tapi gelombang kedua datang dengan varian delta, hanya dalam waktu satu bulan di bulan Mei 2021 kembali meningkat dan puncaknya di bulan Juli, naik menjadi 1200 sampai RS hampir penuh semua oleh pasien COVID-19.
"Tapi berkat kedisiplinan dan kekompakan kita semua, sekarang di RSUD Kota Kendari tinggal 3 pasien. Tidak ada lagi zona merah dan orange, yang ada hanya kuning dan hijau. Kita harus jaga dan pertahankan supaya berikutnya pengumuman PPKM, kita bisa turun ke level 1," harapnya.
Wali kota juga meminta agar tetap waspada dan tetap patuh prokes, karena saat ini ada varian baru lagi yaitu varian Mu dan Lambda.
