Menurut Akhmad, ketahanan pangan nasional saat ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Ia menyebut stok beras nasional di Bulog telah mencapai 5 juta ton dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, menyapa warga usai menyerahkan paket bahan pangan pada kegiatan Gerakan Pangan Murah di Balai Kota Kendari. Foto: Ist.

 

Meski demikian, ia menegaskan ketersediaan stok pangan tidak akan berdampak maksimal apabila masyarakat masih kesulitan memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Karena itu, Gerakan Pangan Murah dinilai menjadi solusi untuk memperpendek akses antara penyedia pangan dan masyarakat.

“Makanya Pasar Murah ini menjadi bagian membuka aksesibilitas antara Bulog dengan masyarakat, sehingga masyarakat bisa merasakan ketersediaan pangan dengan harga yang terjangkau,” tambahnya.

Akhmad juga menilai keberhasilan pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga pelaku usaha agar stabilitas harga pangan tetap terjaga.