Ia menekankan bahwa meskipun pimpinan kampus dapat berganti, semangat untuk mencerdaskan anak bangsa harus terus berjalan.

“Satu hal yang perlu dicatat: pimpinan boleh berganti, jabatan boleh berganti, tetapi memperjuangkan anak bangsa agar lebih baik tidak boleh pernah berhenti. Fungsi kampus harus tetap berjalan optimal siapa pun rektornya,” lanjutnya.

Pilrek UHO tahun ini dimenangkan oleh Prof. Armid dengan selisih satu suara dari pesaing terdekatnya. Ia memperoleh 31 suara, unggul dari Prof. Takdir Saili yang memperoleh 30 suara. Sementara Prof. Ruslin meraih 13 suara dari total 74 suara sah.

Sementara Ketua Panitia Pilrek, Weka Widayati, menyebut bahwa seluruh tahapan pemilihan berjalan lancar dan tanpa adanya sengketa dari para kandidat.

“Alhamdulillah, Pilrek kali ini penuh gurauan dan canda tawa. Bahkan Pak Wakil Menteri memberikan pengarahan dengan cerita dongeng yang membuat suasana semakin tenang,” ucap Weka.