BEIJING, TELISIK.ID - Walaupun zaman sudah makin modern, ternyata tidak serta merta mengubah pandangan negara China terhadap perempuan yang belum menikah.

Melansir Theconversation.com, jika ada perempuan, berpendidikan, dan belum menikah pada usia 27 tahun di China, orang terkadang menggunakan istilah “sheng-nu” atau perempuan tidak laku untuk menggambarkan status sosial.

Label tersebut sengaja diciptakan untuk meredam peningkatan jumlah perempuan lajang di tengah masyarakat tradisional yang kadang memandang pilihan tidak menikah sebagai pelanggaran moral. Beberapa pihak bahkan menganggapnya sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

Pelabelan ini memang sengaja diciptakan agar para perempuan lajang segera menikah, karena adanya peningkatan jumlah perempuan lajang di tengah masyarakat tradisional.

Penggambaran perempuan lajang sebagai individu kesepian, putus asa, memiliki kualifikasi kerja dan pendidikan yang terlalu tinggi, serta susah didekati, sering terjadi di media dan portal berita China.