Penelitian telah menunjukan bahwa stigma ‘Sheng-nu’ ini pada akhirnya telah menekan banyak perempuan untuk menikah.

Meski begitu, saat ini sudah banyak perempuan yang memilih untuk melawan stigma ini. Masyarakat China modern semakin percaya diri akan diri mereka sendiri, termasuk para perempuannya.

Baca Juga: Warga di Negara Ini Labih Pilih Punya Ponsel Android Ketimbang Toilet, BAB di Semak-Semak

Dilansir dari Zonabanten.com, dari data yang dilakukan salah satu lembaga survei di China, sebanyak 7 juta perempuan lajang berusia 25 - 34 tahun di perkotaan China merupakan salah satu kontributor terbesar pertumbuhan negara.

Bahkan, perempuan saat ini berkontribusi sekitar 41% terhadap PDB China. Data ini menunjukkan proporsi terbesar dari negara mana pun di dunia.