Baca Juga: Mengenal Negara Muslim Chechnya yang Pasukannya Siap Bunuh Presiden Ukraina
Keduanya diduga terbang ke Slovakia untuk mencari Yasmeena Ali. Bahkan menurutnya, mereka juga menyewa pembunuh bayaran yang dibayar Rp 1 miliar. Kini keluarga Yasmeena Ali pun dalam proses diekstradisi ke Slovakia.
"Saya tidak memiliki kontak dengan keluarga dan mereka belum memberi tahu saya secara langsung bagaimana perasaan mereka tentang karier saya," kata Ali kepada The Post.
Yasmeena Ali mengaku keluarganya kerap menanamkan rasa takut kepada dirinya. Terlebih ketika ia meninggalkan agama.
"Orang tua saya selalu menanamkan rasa takut dalam diri saya: Tuhan, neraka, hukuman. Jika saya meninggalkan Islam, ayah saya mengancam akan membunuh saya karena menodai Islam, budaya Afghanistan, dan kehormatan keluarga," lanjut Yasmeena Ali yang kini mengaku ateis.
