Dalam waktu dekat, ia akan melangsungkan pernikahan dengan seorang pria muslim yang telah menjalin kasih bersama selama tiga tahun. Calon suami yang saat itu hadir juga menuturkan akan jadi imam yang baik untuk Dina, termasuk dalam hal membimbing agama Islam.

Dilansir dari Yatimmandiri.org, kata “Mualaf” berasal dari bahasa Arab yang berarti sosok yang dilembutkan hatinya. Orang tersebut mengalami gejolak batin saat memeluk agama sebelumnya dan hatinya diluluhkan serta dilembutkan oleh Allah swt sehingga memeluk agama Islam.

Menurut syariat, mualaf merujuk pada orang-orang yang hatinya sudah diikat dan dicondongkan kepada Islam. Dengan demikian, para mualaf membutuhkan dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya untuk menyesuaikan diri. (A)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Kardin