Baca Juga: Unik: Manfaatkan Jidat Jadi Ruang Iklan, Pria Ini Raup Cuan Rp 9,4 Juta dari Kepala Botaknya
Setelah hubungan intim pertama, Sunny menirukan ucapan suaminya yang masih kekanak-kanakan. "Aku sudah melakukannya sekarang, bisakah aku mendapatkan cokelatnya." Kalimat itu, kata Sunny, menggambarkan bahwa Ajay tidak memahami situasi yang sedang terjadi.
Ia juga menyebut ibu mertuanya kerap memperlihatkan film adegan dewasa kepada Ajay agar segera memiliki cucu. Tekanan tersebut berlangsung selama beberapa bulan. Dalam kurun empat bulan, Sunny memutuskan mengakhiri pernikahan karena merasa tidak mampu bertahan.
"Banyak orang keterbatasan mental dan dieksploitasi oleh orang tuanya sama seperti mantan suamiku. Semua atas nama kehormatan. Itu mengganggu. Ini sangat salah," kata Sunny.
Kini Sunny tinggal di Inggris dan menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku. Ia berharap kisah tersebut menjadi catatan tentang dampak perjodohan paksa terhadap perempuan dan individu berkebutuhan khusus, sekaligus membuka ruang pembicaraan mengenai perlindungan hak mereka. (C)
