Hasnaeni menambahkan, kata-kata yang dilontarkannya dalam video pengakuan tersebut atas dasar emosi dan kondisi khilaf. Ia mengakui saat ini dirinya depresi karena partainya tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2024.
Ia mengklarifikasi, hubungannya dengan Hasyim Asy’ari hanyalah sebatas rekan profesional, tidak lebih. Begitu pula jika ada isu yang beredar ke depannya mengenai hubungannya dengan ketua KPU tersebut ia tegaskan tidak benar.
Dilansir dari realita.co, sebelumnya Hasnaeni mengaku tidak bisa berbuat apa-apa atas tindakan pelecehan oleh ketua KPU terhadapnya selain melaporkan hal tersebut ke DKPP. Ia bahkan didampingi pengacaranya, Farhat Abbas, dan ketua Umum Partai Pandai, Ketua Umum Partai Marsyumi, Pak Ahmad yani, ada juga Sekjen dari Partai Perkasa.
Sembilan partai yang tidak lolos verifikasi Parpol, yaitu Partai Perkasa, Partai Masyumi, Partai Pandai, Partai Pemersatu Bangsa, Partai Kedaulatan, Partai Reformasi, Partai Prima, Partai Berkarya, Partai Republik Satu yang tergabung dalam Gerakan Melawan Political Genocide (GMPG), melaporkan Ketua KPU dengan tuduhan tindakan asusila dan pelanggaran kode etik. (C)
Penulis: Adinda Septia Putri
