"Jika hidup menjadi terlalu tak tertahankan, lumba-lumba hanya mengambil napas dan mereka tenggelam ke dasar. Mereka tidak mengambil napas berikutnya," ujarnya.

Laboratorium tersebut dibuat oleh ahli saraf Amerika, Dr John Lilly, yang telah mempelajari mamalia laut berotak besar selama bertahun-tahun.

Dia berharap eksperimennya di pulau Karibia akan memungkinkan lumba-lumba membuat suara seperti manusia melalui lubang tiup mereka dan memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan manusia. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Kardin