Mantan duta besar AS untuk PBB itu menyampaikan dukungannya terhadap perang Israel di Gaza hanya dua hari setelah lebih dari 40 warga Palestina tewas dalam serangan udara di sebuah kamp di Rafah.

Pada Rabu, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengecam Haley atas apa yang mereka sebut aksi publisitas yang tidak pantas. "Hanya rasis anti-Palestina yang melakukan genosida yang dapat menuliskan ‘habisi mereka’ pada peluru artileri yang sama yang telah digunakan Pemerintah Israel untuk membantai warga Palestina yang tidak bersalah selama berbulan-bulan," kata Direktur Urusan Pemerintahan CAIR, Robert McCaw, dikutip dari antaranews.com.

Baca Juga: Intel Mosad Israel Dituding Punya Andil di Balik Tewasnya Ebrahim Raisi Pernah Tumbangkan Jendral Iran

Kelompok Hak Asasi Manusia Amnesti Internasional juga mengecam Haley karena menandatangani peluru artileri Israel dengan pesan kontroversial tersebut. "Konflik bukan tempat untuk aksi. Konflik ada aturannya. Warga sipil harus dilindungi," kata kelompok itu di platform media sosial X.

Omar Suleiman, seorang cendekiawan Islam Amerika dan aktivis hak-hak sipil, juga mengecam Haley atas tindakannya. "Saat warga Amerika menyaksikan Israel membakar Gaza hidup-hidup, ketika anak-anak Palestina dipenggal, Nikki Haley menuliskan catatan cinta pada bom yang dijatuhkan pada warga sipil. Biarkan dunia menjadi saksi kebobrokan moral Anda," kata Suleiman di X.