KENDARI, TELISIK.ID - Berawal dari sering melihat proses pembuatan Hand Embroidery melalui media sosial pada tahun 2019, wanita ini tertarik untuk mencoba membuat sendiri.
Berbekal tontonan melalui beragam platform media sosial, Sakinah pun merogoh kocek sebesar Rp 500 ribu untuk membeli peralatan dan beragam jenis benang. Dia memulai mencobanya. Meski beberapa kali gagal, tapi tak menyurutkan niatnya untuk terus mencoba hingga berhasil.
"Awalnya cuma sekedar lihat-lihat saja di YouTube dan Instagram produk-produk seperti itu, tetapi lama-lama tertarik untuk mencoba buat sendiri," katanya, Selasa (26/4/2022).
Kegiatan tersebut dia lakukan berulang-ulang di waktu senggangnya, karena kegiatan hand embroidery adalah sekedar hobi saat jenuh dengan aktivitas pekerjaan.
"Awalnya cuma hobi, karena sehari-hari saya juga ada pekerjaan lain," ungkapnya.
