Selanjutnya, sekitar pukul 15:00 WIB, pasien dipindahkan di ruang pemulihan dan disitulah keluarga di perbolehkan melihat korban kerena dalam keadaan sudah sadar.

Kemudian, sekitar pukul 17:00 WIB bidan atau perawat memanggil keluarga pasien untuk minta bantuan, agar korban bisa dipindahkan ke tempat tidur dorong untuk dibawa ke ruang rawat inap.

"Namun, di saat itu ternyata darah sudah membanjiri punggung pasien dan pasien tidak jadi dipindahkan. Bahkan, darah mengalir banyak," tuturnya.

Sekitar 19:00 WIB, muncul seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya. Akan tetapi, pihak keluarga korban baru tahu bahwa sosok itu adalah Dokter Jhon yang melakukan operasi melahirkannya korban.

"Dokter ini tanpa ada memberikan penjelasan apapun kepada keluarga korban saat mau operasi melahirkan itu. Karena banyak pendarahan, kami (pihak keluarga) dipanggil untuk tanda tangan operasi pendarahan itu. Dalam melakukan operasi itu, pihak rumah sakit minta darah sebanyak dua kantung darah," ucapnya.