Selanjutnya, Andri meminta agar darah itu disediakan oleh pihak rumah sakit. Namun, pihak rumah sakit meminta biaya sebesar Rp 410 ribu.
"Saat operasi itu, kami tidak mengerti apapun tulisan dari dokter itu. Namun dokter itu menyebut secara lisan itu untuk operasi angkat rahim karena banyak pendarahan dan saya tandatangani itu," katanya.
Akan tetapi, meski disetujui sekitar pukul 19:00 WIB. Namun pihak dokter terkesan lambat melakukan tindakan dan akhirnya operasi dilakukan sekira pukul 23:00 WIB.
"Operasi selesai pada 27 Mei 2023 sekira pukul 01:00 WIB dini hari. Akan tetapi, usai dilakukan operasi itu. Kondisi korban semakin kritis, sampai pukul 17:00 WIB pasien semakin kritis. Namun Dokter Jhon tidak datang dan pasien mulai operasi ke 2 diletakkan di ruangan," tambahnya.
Akan tetapi, karena kondisinya kritis dan harus dipasang selang di dadanya. Pihak rumah sakit kembali meminta darah kepada keluarga korban.
