Biasanya mereka datang dengan menggunakan baju hitam, bernikob serta menggunakan kacamata hitam yang digunakan untuk menutupi identitas mereka.
Namun perempuan yang melakukan operasi keperawanan tersebut didominasi oleh mereka yang sering melakukan seks bebas serta mereka para pekerja seks.
Salah satunya adalah Yasmine (bukan nama sebenarnya), terlihat gugup ketika ditemui di sebuah klinik ginekologi di Tunis. Ruangannya berwarna merah muda dan ia tidak sendiri. Banyak juga perempuan muda yang sedang mengantre di ruang tunggu klinik tersebut.
Selagi menunggu, perempuan berusia 28 tahun yang akan menikah dalam waktu dua bulan lagi itu, terus menggigiti kuku jarinya dan bolak-balik mengecek ponsel.
Baca Juga: Termasuk Turki dan Indonesia, Ini 6 Negara Paling Rawan Gempa
