Dilansir dari Kompas.com, setelah suaminya meninggal, ketakutannya untuk menjadi tua semakin meningkat. Dengan 'kesimpulan' yang dia buat sendiri di kepalanya, Bathory membunuh pelayan muda itu agar bisa mandi dengan darah dari pelayan itu.

Pelayan muda itu bukan korban satu-satunya bagi Bathory. Justru sejak kematian pelayan muda itu, para pelayan muda lainnya menjalani siksaan dan banyak dari mereka tewas karena kehabisan darah. Dengan kecerdasan dan kecantikannya, Bathory memancing para korbannya ke istana dengan iming-iming pendidikan lebih tinggi.

Para pelayan yang masih gadis mengalami siksaan mengerikan dengan beberapa anggota tubuh dipotong demi 'penyediaan' darah untuk Bathory. Menurut catatan sejarah, lebih dari 600 wanita muda meninggal karena Erzsebet. Korban-korban itu tidak hanya berasal dari kalangan pelayan, tapi juga dari kalangan petani bahkan bangsawan. (C)

Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali