Penderita ekshibisionis mendapatkan kenikmatan seksual dengan mempertontonkan alat kelaminnya di hadapan publik.
Kondisi ini merupakan sebuah gangguan parafilik yang berkaitan dengan pola gairah seksual atipikal yang diperparah dengan adanya gangguan secara klinis.
Orang yang menderita ekshibisionis memiliki preferensi tertentu terkait kepada siapa mereka akan melakukan aksinya.
Misalnya, preferensi mempertontonkan alat kelaminnya kepada anak-anak, remaja, atau orang dewasa.
Umumnya, mereka akan menyangkal bahwa tindakan mereka membuat orang lain merasa tertekan.
