Baca Juga: Mantan Pendeta Mualaf Usai Memurtadkan 3.000 Orang
Kehilangan kasih sayang dari orang tua membuat AL merasa dunianya hancur. Pada usia 13-14 tahun, ia mulai mengenal rokok dan ganja. Namun, ia tidak menyukai ganja karena rasanya yang menyakitkan.
Sejak saat itu, AL menghabiskan banyak waktu di jalanan, bergaul dengan para berandalan dan preman. Ia bahkan sempat terlibat dalam taruhan dengan preman jalanan dan menggunakannya untuk membeli sabu.
“Jadi saya lakuin, dulu saya itu tomboi jadi berani aja. Saya menang itu taruhan, lalu duitnya kita pakai untuk beli sabu,” tuturnya.
AL mengakui bahwa pergaulannya di jalanan membuatnya semakin terjerumus dalam dunia narkoba.
