“Saya berteman dengan anak-anak yang hidup di jalanan dengan latar belakang keluarga broken home,” tambahnya.

Pada masa itu, jalanan menjadi tempat untuk mencari kebahagiaan. Suatu hari, AL bertemu dengan seorang pria keturunan Batak dan Swedia yang dikenal dengan inisial J. Mereka memiliki kesamaan dalam menyukai musik metal, yang membuat AL tertarik untuk lebih dekat.

Namun, ia tidak mengetahui bahwa J merupakan penganut aliran Satanic yang tidak percaya pada Tuhan.

“J ini orangnya sangat baik, tapi saya nggak nyangka ternyata dia ini tidak percaya sama Tuhan,” ujarnya.

J kemudian mengajak AL untuk bergabung dengan kelompoknya yang ternyata merupakan kelompok pemuja setan.