Namun, kehidupan AL mulai berubah saat orang tuanya yang curiga dengan kelakuannya memindahkannya ke Bandung. Di sana, AL melanjutkan SMA dan berusaha meninggalkan dunia gelapnya.

Meskipun begitu, ia kembali terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak sehat dan sempat menjalani rehabilitasi narkoba. Setelah rehabilitasi, AL kembali ke Medan dan mencoba melanjutkan hidup.

Setelah tamat sekolah, AL merantau ke Malaysia sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Lima tahun kemudian, ia kembali ke Medan dan bertemu dengan seorang pria yang kelak menjadi suaminya. Pria tersebut adalah seorang Katolik yang taat beribadah.

Mereka pun menikah dan memutuskan untuk pindah ke Bali. Di Bali, meskipun AL mencoba hidup lebih tenang, bayangan dari masa lalu terus menghantuinya.

“Di Bali ritual Hindunya kan kuat. Karena nggak beda jauh pakai sesajen, cuma di Bali pakai babi, sering cium dufa,” kata AL. “Kalau saya udah nyium itu, bawaannya marah-marah terus, seperti ada batin saya bergelut,” tambahnya.