“Dulu waktu saya bikin sambal goreng, harganya masih Rp 22 ribu per liter. Sekarang sudah naik jadi Rp 35 ribu,” ujarnya.
Sementara itu, seorang pedagang kacang tanah di Pasar Karya Nugraha, Keisya, menuturkan bahwa kenaikan harga mulai terjadi sejak Desember 2025.
“Harga awalnya Rp 22 ribu, sempat naik sampai Rp 40 ribu, dan sekarang bertahan di Rp 35 ribu. Mau tidak mau tetap dibeli karena orang memang butuh kacang,” ungkapnya.
Baca Juga: Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wakatobi Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 300 Juta
Ia menambahkan bahwa kenaikan harga tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Kacang tanah yang dijual berasal dari wilayah Jembatan Batu.
