Pada Juni lalu, Kepala Desa Lantowua, Darsin, mengaku telah menyurati Dinas Pertanian setempat untuk melalukan tindakan pengendalian terhadap maraknya anjing liar di sekitar pembuangan sampah akhir (TPA).

"Kami minta pemerintah (Dinas Pertanian) untuk segera lakukan pengendalian terhadap anjing liar karena ternak-ternak warga yang baru lahir digigit," ucap Dasrin.

Baca Juga: RS Raha Terima Puluhan Pasien Rujukan dari Mubar Tiap Bulan

Baca Juga: Formasi CPNS dan PPPK Buteng Telah Dibuka, Berikut Kuotanya

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Suryanto mengatakan, anjing liar banyak bermunculan karena banyaknya limbah rumah tangga.