Sementara itu, menurut Gunawan salah satu tokoh masyarakat setempat, jalur tersebut melewati jalur utama untuk sebuah sekolah dasar.
Juga daerah tersebut adalah daerah rawan untuk keselamatan anak sekolah yang menjadi jalur utama mereka untuk melaksanakan proses belajar mengajar.
"Pada intinya kami dari masyarakat tidak melarang aktivitas pengangkutan aspal tersebut, bahkan kami senang dan bahagia dengan berjalannya tambang Aspal di Buton karena dampaknya dapat membuka lahan pekerjaan," tutur Gunawan, Sabtu (16/7/2022).
"Namun kami sangat mengeluhkan jalur yang dilewati oleh pengangkutan aspal yang melewati sebuah jalan yang sangat berisiko untuk keselamatan, khususnya anak sekolah dasar yang sekolahnya dilewati oleh kendaraan tersebut," lanjutnya.
Gunawan juga mengatakan, jalur tersebut memang sangat berisiko, apalagi masyarakat pernah mangalami insiden kecelakaan di jalur tersebut akibat angkutan aspal.
