Padahal, akses menuju desa tersebut sangat mudah, dapat menggunakan motor atau mobil. Sementara untuk kebutuhan sehari-hari warga di desa  tersebut bekerja sebagai petani tambak ikan.

Kepala Desa Kapoiala Baru, Abdul Majid, kepada Telisik.id membenarkan bahwa warganya yang berjumlah 174 kepala keluarga selama masa pandemi COVID-19 belum pernah  tersentuh bantuan baik dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat.

"Warga kami memang belum pernah dapat bantuan sekalipun, baik berupa sembako maupun program pemerintah pusat berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau bantuan dari dana desa" terang Abdul Majid.

Abdul Majid mengakui telah melakukan pendataan ke warganya untuk mendapatkan bantuan. Namun ironisnya hingga kini bantuan tersebut tak kunjung diterima warga.

Reporter: Dul