PASARWAJO, TELISIK.ID - Ritual syukur yang dikemas dalam bentuk pesta adat banyak sekali kita temukan di jazirah pulau Buton. Tradisi seperti ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu, ketika kesultanan Buton masih eksis sebagai salah satu pemerintahan Islam di Nusantara.

Baca Juga: Yohana, Anak Nelayan Lulusan Terbaik Politeknik Baubau

Namun beberapa tahun terakhir, sejumlah kelompok masyarakat eks Kesultanan Buton, baru menggelar ritual tersebut di desa atau kelurahan. Misalnya warga lorong Pecek, Kelurahan Wangkanapi, Kecamatan Wolio, Kota Baubau. Setiap tahunnya warga setempat menggelar ritual tolak bala.

Berbeda dengan masyarakat Desa Sri Batara, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton. Tahun ini, mereka resmi menggelar ritual pesta panen, Bawona Tao, yang pertama kalinya dengan tidak menghilangkan esensi ritual pada umumnya yang lebih dulu digelar.

Kegiatan ini dipusatkan di Pelataran Balai Desa, Kamis (12/12/2019) dengan dimeriahkan pajangan kuliner khas Buton yang disajikan dalam talang. Setiap sajian makanan khas yang ada dalam talang memiliki makna sesuai jenis dan susunan.