"Kami sering kedatangan tamu ketika ada festival yang digelar oleh pemerintah kabupaten. Selalu keluhan adalah air baik untuk mandi, minum, maupun untuk cuci tangan atau wudhu. Kawasan ini sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata, jadi kebutuhan air dan infrastruktur lainnya harus juga diperhatikan," ucap Safwan.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Bombana, Ishak saat ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa kondisi geografis Desa Tangkeno menjadi kendala ketersediaan air bersih.

"Desa Tangkeno ini letak geografisnya adalah tempat pemukiman warga yang posisinya paling tinggi. Dulu pernah ada program yang turun di sana tapi mesin tidak mampu menyedot naik air. Tapi nanti kami akan lakukan survei di titik yang selama ini digunakan warga, kita akan cek apakah bisa menjaga stok air 4 liter per detik," pungkasnya. (A)

Reporter: Hir Abrianto

Editor: Haerani Hambali