Koordinator lapangan Konsorsium Aktivis Sulawesi Tenggara, Nikson Aleksander dalam orasinya menyebut, ada aduan masyarakat dan kelompok tani khususnya yang berada di Kecamatan Lambuya dan Uepai.

Ia menyampaikan masyarakat di dua kecamatan itu hingga saat ini masih menunggu kapan selesainya pengerjaan saluran irigasi tersebut, bahkan dua tahun terakhir ini mereka harus bersabar untuk tidak mengelola lahan sawah.

Ia juga menuturkan masyarakat setempat susah untuk mendapatkan air bersih akibat sumur-sumur menjadi kering.

“Hal tersebut diakibatkan proyek rehabilitasi saluran irigasi yang tak kunjung usai, bahkan masyarakat selalu dijanji akan diselesaikan secepatnya, tapi fakta di lapangan proyek tersebut seakan terbengkalai berdasarkan hasil penelusuran kami,” kata Nikson.

Nikson Alexander sangat menyayangkan ketika Pemerintah Pusat menggelontorkan dana yang cukup besar namun diduga disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dalam pengerjaan saluran irigasi yang terletak di Kecamatan Lambuya dan Uepai.