KENDARI, TELISIK.ID - Distribusi air oleh PDAM Kendari seringkali mengalami keterlambatan dan air keruh juga bau. PDAM Kendari sering terlambat mengalir ke rumah pelanggan yang terletak di dataran tinggi.
Warga mencurigai pendistribusian yang tidak sesuai perencanaan topografi wilayah Kendari, sehingga sulit terdistribusi dengan baik ke wilayah ketinggian.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka terpaksa membeli air atau memutuskan penggunaan sumur bor.
Warga Lorong Pertanian RT 02 RW 08 Kelurahan Wua-Wua, Kecamatan Wua-Wua, Rahim mengatakan, hampir semua warga di sini beralih ke sumur bor karena kecewa pada PDAM Kendari.
"Jadwal yang tidak karuan membuat kami harus membeli air tower sampai mengeluarkan dana Rp 2 juta dalam sebulan, mengganggu kebutuhan ekonomi rumah," keluh Rahim.
