“Lubang-lubang hanya ditimbun sehingga jalan jadi tak rata, dan kalau hujan, timbunan itu terbawa air. Ini sangat berbahaya, terutama bagi pengendara motor. Saya harap pemerintah segera memperbaiki jalan ini,” tambahnya pada Jumat (8/11/2024).
Senada dengan itu, Alung (21), seorang mahasiswa yang rutin melintasi jalan tersebut, menyampaikan kekhawatirannya terkait lambatnya perbaikan jalan yang sering kali menyebabkan kecelakaan.
Baca Juga: FKIP UHO Perkuat Kualitas Pendidikan Guru, Sejumlah Prodi Raih Akreditasi Terbaik
“Setiap hari saya lewat sini, dan kecelakaan sering terjadi, baik saat hujan maupun tidak. Ketika hujan, air menggenang dan menutupi lubang, sehingga pengendara tidak tahu kalau ada lubang di jalan,” jelas Alung.
Warga berharap agar perbaikan segera dilakukan, mengingat lokasi tersebut tak jauh dari kantor gubernur, yang bisa diakses melalui Jalan Pangeran Antasari.
