"Kita juga sudah mendengarkan apa yang diperbaiki kemarin rusak lagi, malahan sekarang rusaknya lebih parah. Juga memastikan ke operatornya langsung bahwa seperti apa follow up terhadap tindak lanjut perbaikan kerusakan alat pengisian oksigen kemarin," ujarnya.

Baca Juga: Terbangkan Tiga Heli, Kebakaran Hutan di Ogan Ilir Berhasil Dipadamkan

Baca Juga: Hutan Seluas 1,6 Ha di Wilayah Calon Ibu Kota Baru Indonesia Terbakar

Dalam kesempatan tersebut, ia berpesan kepada direktur rumah sakit untuk mengambil langkah cepat jika tidak ada oksigen, apalagi menyangkut tugas pemerintah dalam memastikan kesehatan masyarakat.

“Jangan menunggu lama, hasil kunker saya ke Puskesmas-Puskesmas sudah ada yang 2-3 bulan mengalami kekosongan tabung, tapi dibiarkan. Menunggu setiap kali ada pengisian di RSUD baru dikirim, sementara pasien di masing-masing daerah tidak menunggu oksigen baru sakit," katanya.