Ia meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menindak tegas sepeda motor yang menggunakan knalpot brong.
"Di jalan ini masyarakat sangat terganggu karena kendaraan bising motor bogar, kami tidak merasa tenang. Kami minta tolong kepada Polda Sultra, bagaimana penanggulangannya? Dan bagaimana terkait warga kos-kosan yang menerima tamu di jam 10 malam ke atas, dan tamunya lawan jenis yang belum ada ikatan secara resmi?," ujar Nasrudin sembari bertanya kepada Wakapolda.
Warga lain bernama Yusuf juga mempertanyakan mengenai maraknya penggunaan narkoba dan begal di Kota Kendari khususnya di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.
"Masalah penanggulangan narkoba, karena ada saya lihat ada orang datang di bawah pohon di wilayah sini katanya buang sampah, tidak lama kemudian ada lagi yang datang korek-korek di tempat situ. Jangan sampai itu hal yang tidak diinginkan. Terus bagaimana penanganannya kalau polisi terlibat?," tanyanya.
Wakapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol. Waris Agono mengatakan, sudah mendengarkan semua aspirasi dari masyarakat terkait kanalpot bogar. Pihaknya mengaku sudah melakukan penertiban dan menindak tegas oknum-oknum meresahkan warga termasuk begal.
