TRC yang melibatkan sejumlah pejabat kelurahan dan kecamatan ini, saat ini sudah beranggotakan 10 orang. TRC memantau beranda media sosial Facebook untuk mencari keluhan masyarakat terkait pendistribusian sembako.
TRC bergerak di masyarakat tanpa berkoordinasi dengan lurah setempat. Hal tersebut sengaja dilakukan agar TRC dapat mengetahui kondisi lapangan yang sebenarnya.
"Karena banyak indikasi pak. Apakah karena RT/RW-nya yang tidak teliti dalam pendataan atau memang ada oknum yang hanya ingin nyinyir di medsos," cetusnya.
TRC telah menemukan 5 warga Kota Kendari yang mengeluh tidak mendapatkan bantuan sembako dan menganggap pendistribusian sembako tidak merata.
"11 April kami mulai memantau dan ada beberapa kami temukan keluhan terhadap distribusi. Kami langsung meminta alamat sesuai KTP dan KK. Besoknya, kami menemui mereka," ungkap Hasman.
