“Seluruh elemen masyarakat, khususnya di pesisir agar sadar untuk tidak membuang sampah dilaut. DLHK tetap semangat mengatasi permasalahan sampah yang timbul, baik di darat maupun di laut. Di sisi lain, tak bosan untuk selalu mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan,” kata Nahwa.
Produksi sampah di Kota Kendari terus meningkat. Tahun ini, sekitar 260 per hari sampah yang diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu.
Dari jumlah itu, ada sampah yang diangkut dari wilayah perairan (laut). Tiap hari sekitar 1 ton didominasi sampah plastik.
“Sampah ini bisa merusak ekosistem teluk. Bisa menyebabkan pendangkalan, mencemari teluk yang berdampak pada kematian ikan, bahkan bisa juga membunuh mangrove,” pungkas Nahwa. (B-Adv).
Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim
