Sri pun merasa terpaksa membayar biaya tersebut tanpa mengetahui tujuan dan legalitas pemasangan yang dilakukan.
“Saya pikir itu program dari PLN atau BTN, tapi tiba-tiba saya diberikan kwitansi pembayaran, saya dipaksa membayar,” kata Sri kepada telisik.id, Senin (2/12/2024).
Ia juga menambahkan, setelah memberi tahu beberapa tetangganya, ternyata sudah banyak yang menjadi korban penipuan terkait pemasangan box pengaman meteran listrik tersebut.
"Ternyata sudah banyak sekali korbannya setelah saya buat story, semua baru pada WhatsApp," ujarnya.
Menanggapi kejadian ini, salah seorang pengawas lapangan dari PLN UP3 Kendari, Nasrun, menyatakan bahwa tindakan serupa merupakan penipuan yang sering kali mengatasnamakan PLN.
