Kerusakan jalan ini disebabkan oleh kurangnya perawatan dan perhatian dari pemerintah sejak jalan tersebut diaspal lebih dari satu dekade lalu. Warga seperti Arman mengungkapkan bahwa mereka bahkan terpaksa menimbun jalan menggunakan dana swadaya masyarakat.

“Sejak saya menikah di sini pada 2008, jalan ini sempat diaspal. Tapi setelah itu, tidak ada perbaikan lagi sampai sekarang,” ungkapnya.

Baca Juga: Buton dan Buton Selatan Tertinggi Stunting, Sulawesi Tenggara Lewati Standar Ideal WHO

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut. Mereka menginginkan pengaspalan yang dapat bertahan lama.

“Katanya akan ada pengaspalan pada 2025, sudah dianggarkan. Tapi saya kurang tahu apakah itu benar atau tidak,” tambah Arman.