Firman juga mengesalkan sudah beberapa kali melapor di kelurahan dan petugas Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos), namun tak begitu ditanggapi.

"Saya menghadap katanya kartu keluarga saya tidak sinkron, tapi saya sudah bertanya kenapa tidak sinkron apa yang harus saya ubah tidak ditanggapi," kata Firman.

Senada warga lainnya, Reni mengaku bahwa sudah datang memenuhi panggilan dan membawa KTP untuk mengambil bantuan beras, namun ternyata namanya tidak ada. Padahal sebelumnya ia menerima bantuan beras tersebut.

"Dulu pernah saya dapat tapi sekarang nama saya sudah tidak ada, alasannya juga saya tidak tau," kata Reni.

Menanggapi hal ini, salah seorang petugas Puskesos, Sulfiani mengatakan, beberapa kali bersama timnya melakukan pendataan dan mengusulkan nama-nama yang seharusnya layak mendapatkan bantuan namun yang keluar tetap nama-nama yang sama.