Salah satu peserta aksi, Fajar, yang pernah berada di Palestina selama delapan bulan, mengungkapkan betapa sulitnya hidup di sana dengan keadaan lapar dan kehilangan anggota keluarga.

"Sebagai seorang muslim, saya selalu mendoakan mereka dalam setiap shalat," tuturnya.

Baca Juga: Tahapan Pilkada 2024 di Sulawesi Tenggara: Jadwal Lengkap dari Pendaftaran hingga Pengambilan Nomor Urut

Peserta lainnya, Anggi, menambahkan bahwa keikutsertaannya dalam aksi ini merupakan bentuk kemanusiaan dan perlawanan terhadap penjajahan Israel.

"Pagi ini saya sarapan dengan kenyang tanpa khawatir, tapi mengingat saudara-saudara di Palestina membuat saya menangis," katanya dengan nada sedih.