Salah seorang orator juga menyampaikan, meskinya sebagai pemerintah daerah yang baru, Plt Bupati Kolaka Timur sekiranya dapat membangun komunikasi dengan Pemprov.
“Kasihan masyarakat, kenapa persoalan kerusakan jalan ini tidak bisa diselesaikan. Jangan nanti ada maunya lagi di pilcaleg atau di Pilkada 2024 baru mau datang cari-cari muka lagi kepada masyarakat,” ucap salah seorang orator kesal.
Sementara orator lainnya juga menyuarakan, akses jalan yang rusak berat serta berlubang telah mengakibatkan banyak kendaraan terutama roda empat mengalami kerusakan (patah as).
"Di musim hujan warga atau pengendara harus melalui jalan berbecek, sedangkan di musim kemarau mereka makan debu," tambahnya.
Berkali-kali warga turun menyuarakan aspirasi perihal kerusakan jalan ini tetapi tidak digubris, malah hanya membuai warga dengan janji-janji manis.
