"Dalam waktu 7 hari setelah membuat laporan di layanan aspirasi online itu, jika tidak ditindaklanjuti, silakan saja aksi. Intinya aspirasi itu harus disahuti," ungkapnya.
Kata dia, program MPP ini sudah direncanakan sejak 2018. Hanya saja akibat pandemi, tahun 2021 ini baru bisa dianggarkan.
Tak hanya layanan aspirasi online, lanjut Gusli, nantinya bagian dari inovasi ke depan yakni, memberikan kenyamanan bagi investasi dengan melibatkan pihak Imigrasi.
"Untuk layanan investasi terbaik, kita akan gandeng Imigrasi. Kita jadikan Konawe sebagai surga investasi Indonesia masa depan," ujarnya.
Ia menambahkan, dengan anggaran sekira Rp 4 Miliar, pembangunan MPP ini akan mulai dibangun selambatnya-lambatnya akhir tahun ini. (B)
