Akses jalan holing ini melintasi lima desa, yakni Desa Kapoiala baru, Lalimbue Jaya, Lalonggombuni, dan Desa Muara Sampara.

Massa aksi yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa (HPM) Kapoiala menyoroti persoalan tersebut.

"Kami melakukkan upaya penutupan jalan holing, karena menganggap perusahaan perlu melaksanakan hak dan kewajibannya," kata Kordinator Lapangan, Madan.

Dengan hal ini, ia sangat berharap agar pihak perusahaan segera membeton jalan desa yang sudah dirusaki akibat aktivitas kendaraan muatan berat truk.

Baca Juga: Buton Selatan jadi Pilot Project Karbon Biru Upaya Pemulihan Ekosistem Pesisir