Berdasarkan hasil advokasi Staf Walhi Sultra, Didi menemukan bahwa mayoritas masyarakat Morosi yang bermata pencaharian sebagai petani tambak ikan mengaku sangat dirugikan akibat beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Captive.
Batu bara yang digunakan PLTU Captive, ternyata milik perusahaan PT. OSS dan PT. VDNI yang menimbulkan dampak pada produktivitas tambak ikan dan udang milik warga. "Hal ini membuat tambak-tambak terpaksa berhenti," bebernya.
Selain itu, dampak dari debu batu bara perusahaan menyerang kesehatan masyarakat. Berdasarkan data Puskesmas Morosi pada 2020, menemukan penyakit terbanyak yang di alami masyarakat adalah Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa). (B)
Penulis: Bambang Sutrisno
Editor: Fitrah Nugraha
