Termasuk memberikan manfaat pada pemerintah daerah melalui sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya sektor pertambangan, perhubungan dan sejumlah sektor yang dapat memacu dan meningkatkan APBD Konawe Utara secara signifikan.

Baca juga: Presiden Jokowi: Labuan Bajo Siap Sambut Wisatawan, Sekarang Tinggal Promosi

Baca juga: Suku Bajo Buton Terpilih dalam Program KAT Kementrian Sosial

"Yang selama ini 11 IUP yang beraktivitas di atas wilayah IUP Antam di Blok Mandiodo hanya mengeruk SDA Konut, tanpa memberikan sumbangsih apa-apa bagi daerah, hanya kepentingan para elit dan kapitalis. Kita hanya menemukan hamparan gunung merah serta kubangan-kubangan yang telah dirampok sumber daya alamnya tanpa ada pertanggungjawaban dari pihak manapun," tegasnya.

Dia berharap agar pengelolaan tambang PT Antam dilakukan dengan kaidah tata kelola tambang yang baik (best mining practice), tidak seperti perlakuan 11 pencaplok izin sebelumnya yang tidak pernah melakukan reklamasi, penyaluran CSR yang tidak jelas serta menyuburkan praktek jual beli dokumen, sehingga wilayah Blok Mandiodo hanya menjadi blok hitam yang kelam bagi Konawe Utara.