Meski begitu, setelah proyek tersebut mulai berjalan, muncul titik perdebatan. Kantor Distrik Buk di Daegu akhirnya mengeluarkan perintah administratif untuk menghentikan pembangunan proyek.

Tetapi perintah penghentian pembangunan tersebut dicabut setelah Mahkamah Agung memutuskan pada September 2022 dan menegaskan bahwa proyek tersebut sah. Namun, konflik terus berlanjut di mana sejumlah warga protes dengan menggunakan daging babi.

Baca Juga: Malu Payudara Besar, Wanita Korea Utara Senang Punya Bulu Ketiak Panjang

Melansir Republika.co.id, sebenarnya konflik bermula pada September 2020 ketika Kantor Distrik Buk mengizinkan sekelompok Muslim membangun masjid di lingkungan perumahan dekat Universitas Nasional Kyungpook di Daegu, yang menjadi benteng konservatif yang terletak sekitar 240 kilometer (149 Mil) tenggara Korea Selatan. Masjid tersebut rencananya akan dibangun dua lantai.   

Konstruksi pun berjalan lancar hingga Februari 2021. Tapi ketika bangunan tersebut mulai terlihat seperti masjid, warga mengajukan keluhan ke Kantor Distrik Buk, yang membuat kantor distrik menghentikan pembangunan.