"Saya jujur berat, sekarang semua serba mahal, setiap Minggu ada saja yang naik harganya," ucapnya, Minggu (9/6/2024).
Muis (55), salah satu pedagang Pasar Anduonohu mengaku serba salah karena ketika harga beras naik, maka ia harus mencari cara agar tetap mempertahankan harga beras yang sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat di daerahnya.
Arianti Patiung, Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, ketika dijumpai di salah satu kegiatan kemahasiswaan UHO mengatakan, kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah dengan menetapkan dan menaikkan HET tentu akan mendatangkan ketidaksetujuan dari berbagai pihak.
"Seperti diketahui bersama beras memang menyangkut hajat orang banyak karena kebutuhan pokok, ini tentu dilakukan dengan banyak pertimbangan, salah satunya upaya pemerintah untuk mempertahankan para petani di luar sana bisa memproduksi dan sejahtera," ucapnya.
Ia menambahkan, jika kenaikan beras saat ini bukan karena pemerintah tidak memperhatikan masyarakat sebagai konsumen, namun semata-mata untuk menyeimbangkan antara harga dan biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani.
