WAKATOBI, TELISIK.ID - Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Dete menuju Pantai Huntete menuai sorotan dari masyarakat Desa Kulati, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi.

Masyarakat menilai proyek tersebut tidak hanya bermasalah dari sisi perencanaan, tetapi juga mengabaikan aspirasi masyarakat yang terdampak langsung.

Salah satu warga, Sukirman Basra menegaskan, sejak awal masyarakat tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan. Ia menyebut tidak ada sosialisasi maupun musyawarah yang dilakukan sebelum rencana proyek mencuat.

“Kalau jalannya belum pernah ada, kenapa disebut rekonstruksi? Ini yang jadi pertanyaan masyarakat, apakah ada hal lain yang ingin dihindari seperti izin Amdal atau bagaimana,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Menurut Sukirman, penggunaan istilah “rekonstruksi” tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menegaskan bahwa jalur dari Dsa Dete menuju Pantai Huntete belum pernah ada sebelumnya, sehingga rencana tersebut dinilai sebagai pembukaan jalan baru, bukan perbaikan.