Sementara itu, Kepala Desa Kulati, La Ode Burhanuddin turut mengakui bahwa mereka tidak dilibatkan dalam perencanaan proyek tersebut. Ia menyebut pihaknya bahkan telah meminta agar pemerintah daerah turun langsung menemui masyarakat, namun belum ada tindak lanjut.

“Masyarakat dan pemerintah desa kami tidak dilibatkan dalam perencanaan ini. Kami sudah sampaikan agar ada pertemuan langsung dengan masyarakat, tapi belum ada tindak lanjutnya,” ungkapnya kepada telisik.id melalui sambungan telepon.

Burhanuddin juga menegaskan, masyarakat bukan menolak pembangunan, melainkan menginginkan perbaikan jalan yang sudah ada.

“Yang masyarakat inginkan itu bukan pembangunan jalan baru, melainkan memperbaiki jalan yang sudah ada,” tegasnya.

Selain itu, pembukaan jalur baru dikhawatirkan berdampak pada pendapatan desa dari akses wisata yang berada di wilayah Desa Kulati.