Pintu tanggul penangkal banjir sebenarnya dirancang untuk menghalau luapan air sungai agar tidak masuk ke area padat penduduk. Alat ini bekerja dengan menutup celah-celah yang berpotensi menjadi jalur masuk air saat debit sungai meningkat. Namun ketika rusak dan dibiarkan terbuka, fungsinya justru menjadi bumerang.

Baca Juga: Delapan Tahun Bergerak, Kawan Inspirasi Kendari Fokus Cetak Anak Muda Siap Beasiswa

“Kalau pintu tanggul tidak dirawat dan dibiarkan rusak, sama saja membiarkan banjir masuk ke rumah warga,” tegas Sudirman.

Warga berharap, kejadian ini menjadi pelajaran penting dan mendorong adanya perbaikan menyeluruh atas sistem tanggul Sungai Wanggu, termasuk pemeliharaan berkala.

“Kami tidak ingin menunggu ada korban jiwa dulu baru diperbaiki. Pemerintah harus lebih responsif dan hadir sebelum bencana datang,” tandasnya.