Jauhari mengatakan, masyarakat Masalembu sangat membutuhkan listrik karena bisa menopang perekonomian masyarakat di sana.

"Selama ini masyarakat selalu menggunakan diesel untuk pemenuhan listrik. Namun, hal tersebut tidak bisa berjalan maksimal karena keterbatasan mesin diesel," jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Jawa Timur, Martin Hamonangan mengatakan, sejak tahun 2019, pihak PLN sudah akan membangun PLTS di Masalembu, namun terbentur akan pembebasan lahan.

"Pembebasan lahan di sana ada persoalan yang harus diselesaikan, hingga akhirnya pembangunan PLTS tak kunjung direalisasi," jelas politisi PDIP ini.

Martin mengatakan, pihaknya akan memanggilkan pihak-pihak terkait untuk mencari penyelesaian krisis listrik di Masalembu.