KENDARI, TELISIK.ID - Projek perluasan Bandara Haluoleo Kendari di Desa Lamomea Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan hingga saat masih bermasalah, pasalnya hampir seluruh pemilik lahan menolak harga ganti rugi yang ditetapkan Dinas PUPR Sulawesi Tenggara.
Proses mediasi yang dilakukan oleh BPN Konawe Selatan kembali terjadi alot. Pasalnya harga yang ditawarkan oleh Pemprov Sulawesi Tenggara hanya Rp 40.000 per meter.
Namun karena ditolak, penerintah kembali menaikan harga lahan masyarakat menjadi Rp 50.000 per meter, namun warga pemilik lahan masih menolak tawaran tersebut.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pasar Global, UMKM Kendari Target Mancanegara
Salah seorang warga pemilik lahan, Darlis merasa kecewa dengan keputusan pemerinta yang tidak berpihak ke masyarakat.
